
WACANA KEEMPAT PULUH SATU
Tuan Syaikh berwejang:
Akan kami paparkan bagimu
sebuah misal tentang kelimpahan, dan kami berkata : “Tidakkah kau lihat seorang
raja yang menjadikan seorang biasa sebagai gubernur kota tertentu, memberinya
busana kehormatan, bendera, panji-panji dan tentara, sehingga ia merasa aman,
mulai yakin bahwa hal itu akan kekal, bangga dengannya, dan lupa akan keadaan
sebelumnya. Ia terseret oleh kebanggaan, kesombongan, dan kesia-siaan. Maka,
datanglah perintah pemecatan dari raja. Dan sang raja meminta penjelasan atas
kejahatan-kejahatan yang telah dilakukannya dan pelanggarannya atas perintah
dan larangannya. Lalu sang raja memenjarakannya di dalam sebuah penjara yang sempit
dan gelap serta memperlama pemenjaraanya, dan orang itu terus menderita,
terhinakan dan sengsara, akibar ketakaburan dan kesia-siaannya, dirinya hancur,
api kehendaknya padam, dan semua ini terjadi di depan mata sang raja dan
diketahuinya. Setelah itu ia menjadi kasihan terhadap orang itu, dan
memerintahkan agar ia dibebaskan dari penjara, disertai kelembutan terhadapnya,
dianugerahkan kembali busana kehormatan, dan dijadikannya kembali ia sebagai
gubernur. Ia menganugerahkan semua ini kepada orang itu sebagai karunia
cuma-cuma. Kemudain ia menjadi teguh, bersih, berkecukupan dan terahmati.