Showing posts with label 62 Kitab Ihya Ulumiddin. Show all posts
Showing posts with label 62 Kitab Ihya Ulumiddin. Show all posts

Friday, September 9, 2016

IHYA ULUMIDDIN buku 3


RAHASIA HATI

“Sudah kita diskusikan bahwa masyarakat itu terbentuk tidak hanya dari kumpulan individu-individu saja, melainkan harus ada ikatan yang dapat menjamin hubungan interaksi antar anggota masyarakat tersebut agar dapat berjalan terus menerus. Dan sekumpulan individu-individu manusia itu harus berada di suatu wilayah tertentu, yang mempunyai kesatuan pemikiran, perasaan dan peraturan. Bila ikatan itu tidak bisa menjamin hubungan interaksi masyarakat berlangsung secara terus menerus, maka kumpulan masyarakat itu akan pecah, bubar dan berantakan.

Thursday, September 8, 2016

IHYA ULUMIDDIN buku 2


KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM.

Perjalanan menembus ruang dan waktu sudah mempertemukan keduanya dengan pelbagai type orang dari berbagai karakteristik dalam kebudayaan setempatnya. Tentu yang paling berkesan ketika pertemuan dengan para Nabi dan Rasul Utusan Allah. Dari para utusan Allah itulah, mereka belajar berbagai kondisi dan karakteristik masyarakat dimasa kehidupan para utusan tersebut. Tentu banyak pembelajaran yang diperoleh mengenai tata cara kehidupan bermasyarakatnya, tata cara bersosial, beragama, berniaga atau berwaralaba, bertoleransi antar ummat agama maupun bertoleransi pada perbedaan status sosial, tingkat kebudayaan serta cara berpolitik demi mengurus kelangsungan kehidupan bernegara atau kerajaan saat itu.

Wednesday, September 7, 2016

IHYA ULUMIDDIN buku 1


Dalam upaya memenuhi perintah Nabi Adam as., bersilaturahim dan belajar kepada penerus-penerus Nabi Suci Muhammad saw. Kali ini ‘penjelajah ruang dan waktu pengayom dan pelindung alam semesta’, Semar dan Togog menemui Imam besar, ahli flisafat, fikih dan tasawuf yaitu Imam Ghazali, untuk mereguk dan menyelami lautan ilmu filsafat Islam dari kedalaman lautan fikir Imam tersebut. Semar dan Togog mengunjungi Imam Ghazali kira-kira beberapa hari sebelum Imam besar itu wafat pada tahun 505 H atau 1111 masehi.