WACANA KEDUA PULUH SATU
Tuan Syaikh berwejang:
Aku melihat setan terkutuk dalam mimpi, seolah aku berada
dalam sebuah kerumunan besar, dan aku berniat membunuhnya. Lalu si setan itu
berkata kepadaku, “Kenapa kamu hendak membunuhku, dan apa dosaku? Jika Allah
menentukan keburukan, maka aku tak kuasa mengubahnya menjadi kebaikan. Jika
Allah menentukan kebaikan, maka aku tak kuasa mengubahnya menjadi keburukan.
Dan apa yang ada di tanganku?” Dan kulihat dia seperti seorang kasim, lembut
ucapannya, dagunya berjenggot, hina pandangannya dan buruk mukanya, seolah ia
tersenyum kepadaku, penuh malu dan ketakutan. Hal ini terjadi pada malam Ahad,
12 Zulhijjah 401 H.





