Monday, May 16, 2016

GOD-WAVE dan GOD-PARTICLE (GELOMBANG DEWA dan PARTIKEL TUHAN)



SEMAR dan TOGOG dalam KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA (1/6)
Tahun 1937 Prof. KURTZBERG menemukan suatu radiasi latar belakang tingkat yang sangat rendah tapi selalu konstan, kondisi stabil.  Muka belombang radiasi dengan panjang tertentu pernah melalui tata-surya Bimasakti dan bumi pada sekitar 70ribu -80ribu tahun yang lalu. Radiasi ini kemudian dikenal dengan sebutan medan Kurtzberg, tapi effek yang ditimbulkannya kemudian lebih dikenal sebagai Gelombang Dewa (Godwave). 

Thursday, May 12, 2016

SEMBILAN DUNIA PARALEL TERHADAP BUMI



AKHIR ZAMAN PEWAYANGAN (3/3)
Berdasarkan kepercayaan Yunani kuno dan Bangsa Viking kuno, bumi kita mempunyai kembarannya berjumlah sampai 9 dunia, dari yang hampir mirip bumi kita hingga mirip bumi pada waktu awal-awal pembentukannya, yaitu semua permukaan bumi masih diselimuti lahar-lahar atau lava panas dan lempeng-lempeng bumi masih belum stabil bagai kapal dilautan.

Wednesday, May 11, 2016

REVITALISASI SWARGALOKA SURALAYA


 AKHIR ZAMAN PEWAYANGAN (2/3)
Seteleah eksodus Para Dewa Suralaya dipimpin oleh Hyang Otipati dan Betara Narada, Semarpun bersiap memindahkan seluruh bangunan Swargaloka ketempat bumi pararel, tempat dimana ayah dan kakeknya beserta semua leluhurnya mengasingkan mensucikan diri. Tak ada selembar daun semua taman-taman dan sebutir batu tertinggal ketika Swargaloka dipindahkan.

Tuesday, May 10, 2016

AKHIR ZAMAN PEWAYANGAN



 AKHIR ZAMAN PEWAYANGAN (1/3)
Perang Kurusetra sudah berlalu 50 tahun berselang, menorehkan aib maha-dahsyat bagi sejarah kehidupan manusia. Bagaimana tidak belasan mungkin puluhan juta nyawa melayang dilibas nafsu kekuasaan dunia, nafsu dendam kebencian amat dalam bagi anak-anak manusia yang terlibat. Dan kematian konyol bagi yang bersimpati demi kebaktian semu untuk kejayaan Maharajanya. Karena Negara taklukan saat itu harus turut memberikan bantuan harta dan prajuritnya kepada Negara Induk. Namun bukan Negara taklukan saja yang turut berpatisipasi, Negara sahabat, kerabat, simpatisan juga tidak segan-segan menyumbangkan segalanya. Maka tidak heran dikatakan Perang Kurusetra akan menjadi tempat kubangan darah dan bukit tumpukan mayat-mayat manusia yang tidak sempat dikubur.

Sunday, April 24, 2016

PALAGAN BERDARAH BRATAYUDHA di KURUSETRA


Akibat gelembung buih ciptaan Semar - Togog dari hasil pecahan roh Rahwana kemudian menimbulkan evolusi mental dan karakter manusia hingga sampai 300 tahun, menciptakan lingkungan sosial dan kebudayaan baru yaitu politik, ambisi dan keserakahan.